Guru Matematika · Fase D

Halo, saya Bambang Hariyanto

Guru Matematika di SMP Negeri 1 Lamongan. Di kelas, saya mengajak murid berani mencoba, berani salah, lalu menemukan sendiri mengapa sebuah rumus bekerja.

“Matematika itu bukan soal menghafal rumus — tapi soal berani mencoba, salah, lalu mencoba lagi dengan cara yang lebih pintar.”
Fase D · Kelas VII–IX Matematika · Mapel yang diampu Lamongan · Jawa Timur
Foto Bambang Hariyanto, guru Matematika SMP Negeri 1 Lamongan

Tentang Saya

Saya Bambang Hariyanto, guru Matematika di SMP Negeri 1 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Saya mengampu Matematika untuk murid Fase D — dari pengenalan aljabar di kelas VII, persamaan linier di kelas VIII, sampai peluang dan statistika di kelas IX.

Cara mengajar saya bertumpu pada Pembelajaran Mendalam: murid tidak cukup tahu rumus, tetapi harus paham makna di baliknya. Karena itu kelas saya banyak diisi percobaan nyata — melempar koin, memutar dadu, mengambil kelereng dari kantong — sebelum kami bersama-sama merumuskan konsepnya. Kesalahan bukan untuk dihukum, melainkan bahan diskusi yang paling berharga.

Di luar jam mengajar, saya turut terlibat dalam penyusunan dokumen kurikulum dan perencanaan sekolah — antara lain Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), RKJM, dan RKAS — agar pembelajaran di kelas sejalan dengan arah pengembangan SMP Negeri 1 Lamongan.

Materi yang Saya Ajarkan

Tiga fokus materi yang sedang dan pernah saya tangani di kelas, lengkap dengan pokok bahasannya.

Kelas IX

Peluang

Dari percobaan sederhana menuju konsep: murid melempar koin dan dadu, mencatat hasil, lalu membandingkan frekuensi relatif dengan peluang teoretik.

  • Ruang sampel dan titik sampel
  • Peluang teoretik P(A) = n(A)/n(S)
  • Peluang empirik & frekuensi relatif
  • Frekuensi harapan
Praktik di simulasi ↓
Kelas VIII

Persamaan & Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

Diajarkan dengan Pembelajaran Mendalam berbasis masalah (Problem Based Learning): soal cerita dari kehidupan sehari-hari dulu, simbol kemudian.

  • Kalimat terbuka dan variabel
  • Menyelesaikan PLSV dengan kesetaraan
  • Pertidaksamaan dan garis bilangan
  • Soal cerita dan pemodelan
Uji pemahamanmu ↓
Fase D

Numerasi & Proyek STEAM

Matematika tidak berhenti di buku paket. Lewat kegiatan kokurikuler lintas disiplin, murid memakai angka untuk membaca dan memecahkan persoalan nyata.

  • Numerasi dalam kehidupan sehari-hari
  • Membaca data, tabel, dan grafik
  • Proyek kolaboratif lintas mata pelajaran
  • Berpikir kritis dan pemecahan masalah
Lihat program sekolah ↓

Simulasi Peluang: Lempar Koin

Salah satu percobaan favorit di kelas saya. Lempar koin berkali-kali dan amati: semakin banyak lemparan, frekuensi relatifnya semakin mendekati peluang teoretik 1/2.

Siap?

Tekan tombol untuk melempar koin.

Hasil Percobaan

Total lemparan: 0 — garis putih pada batang menandai peluang teoretik 50%.

Gambar — 0 kali0%
Angka — 0 kali0%

Peluang teoretik munculnya Gambar adalah P(Gambar) = n(Gambar)/n(S) = 1/2. Coba lempar 100 kali — apakah hasilnya mendekati 50∶50?

Latihan Cepat: Peluang Kelas IX

Lima soal singkat untuk menguji pemahamanmu. Jawab satu per satu — pembahasannya langsung muncul.

Soal 1 dari 5Skor: 0

Cara Saya Mengajar

Empat pegangan yang selalu saya bawa ke kelas, sejalan dengan arah kurikulum SMP Negeri 1 Lamongan.

01Berawal dari Masalah Nyata

Pembelajaran dibuka dengan persoalan dari kehidupan murid — harga jajanan, peluang hujan, antrean kantin — baru kemudian konsep dan rumusnya. Ini inti model Problem Based Learning yang saya pakai.

02Mencoba Dulu, Merumuskan Kemudian

Untuk materi seperti peluang, murid melakukan percobaan nyata dan mencatat data. Rumus lahir dari temuan mereka sendiri, sehingga melekat jauh lebih kuat daripada sekadar dihafal.

03Asesmen yang Membimbing

Selain tes akhir, saya memakai asesmen diagnostik di awal dan formatif di tengah pembelajaran — termasuk LKPD dan rubrik penilaian — agar kesulitan murid terdeteksi dan tertangani sejak dini.

04Teknologi Secukupnya, Makna Sebanyaknya

LCD, laptop, dan permainan interaktif dipakai untuk memperjelas konsep — bukan menggantikan berpikir. Setiap alat bantu harus menjawab satu pertanyaan: apakah ini membuat murid lebih paham?

Tempat Saya Mengabdi

Ilustrasi halaman SMP Negeri 1 Lamongan di pagi hari: gedung dua lantai beratap genteng, tiang bendera Merah Putih, greenhouse, dan murid berseragam putih-biru berjalan serta bersepeda masuk gerbang

SMP Negeri 1 Lamongan

“Terwujudnya generasi emas yang berimtaq, kreatif, inovatif, bernalar kritis, berdaya saing global, berkarakter, dan berbudaya lingkungan.”

— Visi SMP Negeri 1 Lamongan (KSP Tahun Pelajaran 2026/2027)

PTQ — Program Tahfidzul Qur'an (unggulan) Hafalan Al-Kitab Pramuka (ekskul wajib) Perpustakaan Widya Amerta Greenhouse & Adiwiyata Sekolah Sehat & PJAS Aman
1.105Murid
31Rombongan Belajar
10Mata Pelajaran Wajib
320 JPKokurikuler per Tahun